Posts

Showing posts from May, 2025

Mata, Kopi, dan Sebuah Jeda yang Tak Terlihat

Image
  Saya selalu percaya, ada waktu-waktu tertentu yang bisa diselamatkan hanya dengan secangkir kopi. Pagi hari sebelum mata benar-benar terbuka, sore menjelang deadline, atau malam saat tulisan belum selesai tapi kantuk sudah mulai menepi. Bagi saya, kopi bukan sekadar minuman. Ia adalah jeda yang memberi ruang untuk bernapas di tengah rutinitas yang terus berulang. Beberapa bulan terakhir, saya banyak menghabiskan waktu di sebuah kafe kecil di salah satu sudut Jakarta. Tempat itu tak pernah ramai, tapi juga tak pernah benar-benar sepi. Musiknya lembut, aromanya nikmat. Pemiliknya, Jaya, paham betul soal kopi. Ia punya kebiasaan menyapa pelanggan dengan satu pertanyaan yang tak pernah berubah: “Hari ini mau rasa yang menyadarkan, atau yang menenangkan?” Saya hampir selalu memilih yang menyadarkan. Biasanya cafĂ© latte dengan biji kopi dari Flores atau Toraja yang diseduh manual dengan V60. Rasanya tajam, tapi bersih. Cocok untuk pagi yang ingin saya mulai dengan serius. Namun, ...